Prabowo Vs Jokowi

  • Home
  • Menu▼
    • About
    • Sitemap
  • Label▼
    • Dunia
    • Indonesia
    • Politik
Prabowo Vs Jokowi » Semua Post Kategori Politik
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan

Prabowo Kalah, Dewa Siwa Pun Galau

Prabowo Vs Jokowi Updated at: 11.50

Prabowo Vs Jokowi :: Prabowo Kalah, Dewa Siwa Pun Galau
Tadi sore penghitungan hasil Pemilu sudah dihitung, dan Prabowo pun menyatakan mundur dari Pilpres dengan dalih bahwa banyak kecurangan yang terjadi di Pilpres 2014 ini.
Kecurang sampai Money Politik memang banyak terjadi, dan memang di banyak daerah yang paling banyak itu dilakukan oleh kubu Jokowi-Kalla, dan ternyata hal itu benar benar bisa mengalahkan Prabowo-Hatta.

Jadi sekarang ini mengenai Hasil Perolehan Suara sudah jelas, Jokowi-Kalla memenangkan Pilpres 2014 ini "Walaupun Dengan Kecurangan"
Namun bersamaan dengan ini, tadi malam Dewa Siwa pun ikut Galau!, Walaupun Kegalauan Dewa Siwa Bukan karena Pilpres, tapi karena kematian Dewi Shati,[1] namun rasanya kegalauan ini sangat lengkap sudah. Prabowo dan Hatta Galau, Pendukungnya juga Galau, Dewa Siwa juga Galau, jadi sekarang ini Hari Galau, dan mudah-mudahan saja hari ini tidak ditetapkan sebagai hari Galau!

[1] Lihat di ANTV sinetron Mahadewa

Jokowi-Kalla Menang Kolom Agama di KTP akan dihapus

Prabowo Vs Jokowi Updated at: 00.10

Prabowo Vs Jokowi :: Jokowi-Kalla Menang Kolom Agama di KTP akan dihapus
Menjelang pemilihan umum Presiden Indonesia 2014 ini sudah ribut sekali, dan tambah ribut dan tambah bikin gelisah saat Kubu Jokowi-Kalla mengeluarkan perkataan untuk menghapus Kolom "agama" di KTP. Saya Pribadi juga sangat menyayangkan hal itu, Karena alasan yang tidak kuat untuk dijadikan pijakan, dan juga tidak ada bahayanya dengan menetapkan agama di KTP, jadi tidak ada perlunya menghapus Kolom Agama di KTP. Bahkan Pengamat juga memberikan pendapatnya mengenai hal ini, dan berikut ini pemaparannya:
Pengamat: Ide Penghapusan Kolom Agama di KTP Ancam Elektabilitas Jokowi-JK
Pengamat Politik Konsep Indonesia (Konsepindo) Budiman Hidayat menilai ide penghapusan kolom agama di kartu tanda penduduk (KTP) yang dilontarkan pasangan capres dan cawapres nomor urut dua, Joko Widodo dan Jusuf Kalla, bakal mengancam elektabilitas pasangan ini ke depan.
Bukan itu saja, sejumlah isu keagamaan yang dilemparkan tim sukses Jokowi-JK, dianggap banyak yang inkonsisten dan merupakan blunder dalam elektabilitas pasangan ini dalam Pilpres 2014 mendatang.
"Ide dan isu keagamaan yang dilemparkan timses Jokowi-JK, bisa membuat masyarakat antipati dan mengancam elektabilitas Jokowi-JK," kata Budiman kepada Warta Kota, Jumat (20/6/2014) malam.
Budiman memaparkan gagasan penghapusan kolom agama di KTP dengan alasan untuk kebebasan beragama, seperti yang dilontarkan Direktur Megawati Institute Siti Musdah Mulia adalah hal yang naif.
Ide ini, katanya, justru dikecam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Sekjen PBNU, KH Marsudi Syuhud. Padahal PBNU, katanya, merupakan lembaga Islam terbesar di Indonesia yang dikenal sangat tenggang rasa dan penuh toleransi dengan agama lain.
Menurut Budiman, kecaman PBNU atas ide itu sangat logis dan mewakili masyarakat luas dari semua agama. Alasannya: jika kolom agama dihapus di KTP, masyarakat bisa direpotkan. Contoh ketika kecelakaan di mana keluarga korban belum bisa dihubungi, sementara korbannya meninggal dan harus dikebumikan.
"Dasar tata cara pengurusan jenazahnya bagaimana, jika tidak berdasar agama di KTP," tanyanya. Belum lagi, tambahnya, penanganan jenazah pada setiap agama sangat berbeda.
Budiman menjelaskan hal lain soal isu keagamaan yang dianggap inkonsistensi dari timses dan pendukung Jokowi-JK di antaranya ide penghapusan Perda Syariat di seluruh wilayah di Indonesia terkecuali Aceh, Gallery of Rouges dari Wimar Witoelar yang memaparkan gambar teroris dan Prabowo, hingga penyebaran intel dari timses Jokowi JK di setiap masjid karena dikhawatirkan masjid dijadikan tempat kampanye, merupakan bentuk langkah yang mengundang antipati masyarakat.
"Nanti masyarakat akan terlanjur memahami bahwa capres nomor urut dua itu, justru sebagai ancaman bagi kehidupan keagamaan," katanya.
Ia menjelaskan tim suksesk Jokowi - JK seharusnya mengerti mereka wajib merangkul massa muslim dan massa non muslim dengan isu keagamaan yang plural dan tidak membenturkan antara Islam dan non-Islam. "Tapi ini malah tidak dan membenturkan semua itu serta mengabaikan pluralisme itu semua," kata Budiman.
Ke depan, Budiman menyarankan agar Jokowi-JK serta timses dan pendukungnya lebih jeli lagi dalam menawarkan ide dan isu keagamaan yang tidak membuat masyarakat baik muslim maupun non muslim justru diundang untuk menjadi antipati kepada mereka.
https://id.berita.yahoo.com/pengamat-ide-penghapusan-kolom-agama-di-ktp-ancam-191239900.html

Kampanye Hitam Prabowo Vs Jokowi

Prabowo Vs Jokowi Updated at: 15.05

Prabowo Vs Jokowi ::  Kampanye Hitam Prabowo Vs Jokowi
Tulisan saya kali ini berentetan membahas mengenai Kampanye Hitam, karena saya semakin lama semakin menarik membahas dan mencermati mengenai kampanye hitam yang ada semakin subur dikalangan masyarakat, walaupun Kampanye Hitam yang lagi banyak dibahas di Internet, sebenarnya banyak tidak ngefek dikalangan masyarakat pada umumnya, dan salah satu contoh besar dan salah satu contoh yang jelas, ialah Kampanye Hitam kepada pasangan Prabowo-Hatta yang mana saat ini selalu diserang dengan kasus HAM.
Padahal sebenarnya Masyarakat banyak tidak perduli.
yang heboh membahas mengenai hal ini ternyata hanya di Internet. dan ternyata Masyarakat Menengah kebawah tidak pernah mempersoalkan ini, dan dibawah ini saya sedikit akan memberikan informasi terbaru mengenai Kampanye Hitam yang ditujukan kepada Prabowo.

Dengarkan Wiranto, KontraS minta pencapresan Prabowo dibatalkan                  
MERDEKA.COM. Keterangan pers mantan Menhankam/Pangab Jenderal TNI (Purn) Wiranto terkait kasus penculikan pada periode 1997-1998 dinilai semakin menjelaskan soal keterlibatan Letjen Prabowo Subianto. Oleh karenanya, proses hukum terhadap Prabowo semakin penting untuk segera dilakukan.
Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Haris Azhar, mengatakan proses hukum itu baik hukum militer maupun Pengadilan HAM. "Keduanya sama-sama penting," tegas Haris di Jakarta, Kamis (19/6).
Haris mengingatkan, Prabowo belum pernah mempertanggungjawabkan perbuatannya di pengadilan. "Yang diadili hanya prajurit saja. Dan itu pun mereka dibebaskan oleh MA. Saya rasa Prabowo sudah banyak menikmati keuntungan sebagai anggota militer dan sebagai anak mantu Soeharto," kata Haris.
"Dilihat dari berbagai kasus yang melibatkannya justru (Prabowo) hanya diberikan sanksi administrasi, berupa diberhentikan," kata Haris menyesalkan.
Dengan semakin terbukanya kasus ini, kata Haris, seharusnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) segera membatalkan pencapresan Prabowo sampai ada proses hukum yang jelas.
"Sedangkan proses hukum seharusnya dikontrol perkembangannya dan di-back-up oleh presiden. Apalagi presiden sudah jelas dapat rekomendasi dari DPR untuk segera mencari mereka yang hilang, membuat pengadilan HAM, memperbaiki kondisi korban," ujarnya.
"Kalau SBY diam dan masih saja diam kita patut curiga memang SBY adalah bagian dari rezim Prabowo ke depannya. Hal ini sudah terlihat dengan Demokrat yang dukung Prabowo. Picik sekali," tegas dia.
Soal keterangan bahwa Prabowo melakukan tindakan-tindakan di luar kehendak, perintah ataupun standar aturan militer alias sering membangkang, Haris menyatakan kecewa pada Wiranto.
"Kok tidak terbuka bahwa ada 'gap' antara Prabowo Subianto dengan petinggi-petinggi ABRI saat itu, karena dia anak mantu Soeharto," ujar dia.
Seperti diberitakan, Wiranto menegaskan tidak pernah memerintahkan penculikan. Hal itu dikatakan Wiranto untuk menjawab pernyataan Prabowo dalam acara debat capres Minggu lalu bahwa dia mempersilakan pertanyaan soal penculikan ditanyakan kepada atasannya.
Wiranto menjelaskan, penculikan oleh oknum Kopassus TNI AD terjadi pada medio Desember 1997 sampai dengan Maret 1998. Pada saat penculikan berlangsung, Panglima ABRI dijabat oleh Jenderal Feisal Tanjung (kini almarhum).
"Namun pada bulan Maret, 7 Maret tepatnya, pada saat kasus itu harus dibongkar, saya kebetulan saat itu sudah menjadi Panglima ABRI," kata Wiranto di Posko Forum Komunikasi Pembela Kebenaran (FORUM KPK) Jl HOS Cokroaminoto 55 - 57 Jakarta Pusat, siang tadi.
"Waktu terjadi (penculikan) panglimanya yang lama, dan saat pengusutan panglimanya yang baru," imbuh Wiranto .
Kepada Feisal Tanjung, Wiranto juga pernah menanyakan apakah pernah ada perintah penculikan dan tindakan represif lainnya saat dia menjabat Panglima ABRI. "Beliau jawab, tidak, tidak pernah," kata Wiranto mengutip Feisal saat sudah pensiun.
"Saya juga mengatakan tidak pernah (memerintahkan penculikan)," tegas Wiranto yang mengenakan kemeja putih ini.
Saat melanjutkan kebijakan ABRI, Wiranto menjelaskan, melakukan cara-cara persuasif, dialogis dan tanpa kekerasan dalam menghadapi aktivis mahasiswa.
"Cara-cara kekerasan, represif hanya digunakan apabila terpaksa dan hanya atas perintah panglima," ujar dia.
"Dengan demikian, tidak ada kebijakan dari pimpinan ABRI yang ekstrim waktu itu untuk memerintahkan melakukan penculikan," tegas Wiranto .
Kepada Prabowo yang dicopot karena melakukan penculikan, Wiranto mengatakan pernah menanyakan tindakan tersebut.
"Saat saya dialog dengan Prabowo Subianto, kepada yang melakukan hal itu. Saya yakin itu dilakukan atas inisiatif sendiri atas dasar analisis keadaan pada saat itu," ujarnya.
"Itu sudah saya laporkan saat itu, bukan hal baru. Jangan dianggap ini hal baru. Hasil analisis pribadi, bukan perintah Panglima ABRI, ini supaya jelas," tegas dia.

dan di bawah ini ada artikel lain yang membantah artikel diatas:

Mantan Kasum TNI: DKP Produk Politik Wiranto untuk Bunuh Karakter Prabowo            
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Kasum TNI Letjen TNI Purn Suryo Prabowo angkat bicara mengenai pernyataan mantan Panglima TNI yang juga ketua umum partai Hanura Wiranto yang menyebut Prabowo terlibat penculikan aktivis. Menurut Suryo, Dewan Kehormatan Perwira (DKP) merupakan produk politik Wiranto dan sengaja dibentuk untuk membunuh karakter Danjen Kopassus Prabowo Subianto kala itu.
"DKP itu produk politik Wiranto pribadi untuk membunuh karakter Prabowo. Dia menunggangi DKP untuk mematikan karir Prabowo yang saat itu lebih dicintai oleh prajurit," ujar Suryo dalam pernyataannya, Kamis(19/6/2014).
Menurut Suryo, pembentukan DKP oleh Wiranto cacat hukum karena bertentangan dengan Surat Keputusan (SK) Panglima ABRI No 838/III/1995 tertanggal 27 November 1995 tentang Petunjuk Administrasi Dewan Kehormatan Militer.
Dalam ketentuan Nomor 7 (a-3) dan 7 (c-2) disebutkan, pembentukan DKP untuk memeriksa perwira yang bersangkutan hanya dapat dilakukan setelah adanya putusan hukum yang dijatuhkan peradilan militer.
"Pertanyaannya, kapan dan dimana Prabowo diadili melalui Peradilan Militer?" ujar Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta ini.
Prabowo kata Suryo sengaja tidak diajukan ke Mahkamah Militer untuk menutupi keterlibatan petinggi ABRI atasan Prabowo saat itu.
"Peradilan terhadap Prabowo sengaja diulur-ulur. Padahal desakan untuk menggelar Mahmil sangat kuat. Tapi keputusan tetap ada di tangan Wiranto. Kalau dia mengulur-ulur, ini menandakan ada permainan politik untuk tujuan tertentu," katanya.
Selain itu menurut Suryo, sudah ada penjelasan tertulis dari Presiden SBY yang saat itu juga sebagai anggota DKP yang menyatakan Prabowo diberhentikan secara hormat.
"Kalau tidak percaya pada Presiden itu artinya tidak percaya pada NKRI. Ini bahaya, Jenderal purnawirawan tidak percaya pada NKRI", ujarnya.
Suryo menduga, Wiranto terpaksa sampaikan pernyataan tersebut untuk mengambil hati Megawati agar dilihat berperan. "Ini semacam investasi politik Wiranto pada Megawati. Semua Jenderal di sekitar Mega sudah tampil, nah sekarang giliran Wiranto. Sehingga lengkap sudah, Luhut Panjaitan, Agum Gumelar, Hendropriyono, Fahrul Rozi, Samsul Jalal dan Wiranto berkonspirasi untuk menunjukan kesetiaannya kepada Megawati dengan cara memfitnah dan menzolimi Prabowo", tutupnya.
Mantan Wakasad ini pun meminta masyarakat jangan mempercayai Wiranto. "Jangan percaya Wiranto karena dia oportunitis dan kutu loncat. Habis numpang hidup di jaman Soeharto, dia loncat ke Habibie. Ketika Gus Dur jadi Presiden, dia di pecat karena Gus Dur paham, Wiranto adalah pelanggar HAM sebenarnya," ujarnya menanggapi penjelasan Wiranto soal DKP yang disiarkan langsung oleh stasiun TV swasta.
Dalam keterangannya, Wiranto menyatakan DKP dibentuk agar terhindar dari penilaian pribadi terhadap pelanggaran yang dilakukan perwira TNI. Terkait hal itu, Suryo meminta Wiranto jangan banyak berkelit lagi.

Lalu bagaimana Kampanye Hitam yang ditujukan kepada Pasangan Jokowi-Kalla?
Berikut ini informasi terbarunya:

AJI Jakarta: Semua Laporan Pidana Mengarah Kepada Jokowi                                             TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - MataMassa, prorgam pemantau Pemilu, menerima 82 laporan pelanggaran Pemilu sejak kampanye Pemilu Presiden dan Wakil Presiden dilaksanakan.
Dari 82 laporan tersebut, 21 laporan adalah dugaan tindak pidana, 36 laporan bersifat administratif, 21 lainnya dugaan lain-lain, dan sisanya tidak diverifikasi.
'Ini yang menurut data kami semua laporan pidana bicara tentang Jokowi artinya di sini Jokowi yang dilaporkan. Yang menjadi korban di laporan yang masuk ke kami, (bersifat) SARA, itu semua negatif terhadap Jokowi," ujar Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Umar Idris, saat memberikan keterangan pers di Media Centre Badan Pengawas Pemilihan Umum, Jakarta, Kamis (19/6/2014).
Walau demikian, Umar mengatakan pihaknya tidak dapat memastikan apakah pelaku pelanggaraan dugaan pidana tersebut dilakukan rival pasangan Jokowi-Jusuf Kalla.
"Itu hanya fakta ada laporan pidana yang melakukan 'black campaign dan pelangaran pidana terhadap Jokowi," kata dia.
Beberapa laporan yang masuk ke Matamassa, kata Idris, mengungkapkan kampanye hitam menggunakan isu suku dan agama. Sedangkan sebagian berupa usaha menebarkan fitnah dan kebencian. Misalnya, imbuhnya, laporan SMS yang menyatakan pasangan nomor urut dua beragama kristen dan didanai oleh pengusaha China.
MataMassa adalah program pemantauan Pemilu hasil kerja sama antara AJI Jakarta, ICT Laboratory for Social Change (iLab), dan Southeast Asia Technology and Transparency Initiative (SEATTI).


Dan sekian Informasi dari saya mengenai Kampanye Hitam Prabowo Vs Jokowi bagian pertama.

Sejumlah elemen Ummat Islam Solo bersatu dukung Prabowo-Hatta

Prabowo Vs Jokowi Updated at: 05.43

Prabowo Vs Jokowi :: Sejumlah elemen Ummat Islam Solo bersatu dukung Prabowo-Hatta

Sejumlah elemen Ummat Islam di Kota Solo dan sekitarnya memberikan dukungannya ke pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa. Acara deklarasi itu dilakukan di Gedung Syariah, Banjarsari, Solo, Jumat (13/6).
Mereka yang menamakan diri Perisai (Persatuan Ummat Islam Solo Raya Untuk Indonesia) Berdikari tersebut punya harapan besar jika Indonesia bisa dipimpin oleh putra begawan ekonomi Indonesia, mendiang Sumitro Djojohadikusumo.
"Jika Prabowo jadi presiden, kami harap akan berpihak pada Ummat Islam dan tidak akan mendhalimi Ummat Islam," ujar Jayendra, salah satu deklarator.
Meskipun Kota Solo merupakan basis pendukung Jokowi - JK , namun mereka memiliki pandangan lain dalam menentukan pilihan capresnya.
"Kami mendeklarasikan dukungan kepada Prabowo - Hatta , setelah mendapat mandat dari para ulama kami," katanya.
Jayendra menerangkan, setelah memahami profil, visi dan misi Prabowo - Hatta , pihaknya merasa yakin untuk mendukung keduanya. Sosok Prabowo - Hatta , kata Jayendra merupakan tokoh yang dianggap mampu mengayomi Ummat Islam.
"Prabowo banyak berjasa kepada Ummat Islam saat masih menjadi tentara," katanya.
Untuk meyakinkan dukungan mereka, anggota Perisai Berdikari termasuk perwakilan partai pengusung membubuhkan tanda tangan dan membacakan sebuah maklumat.
Maklumat tersebut berisi dukungan kepada pasangan Prabowo - Hatta , serta meminta mereka menjadi pengayom dan tidak melukai Ummat Islam jika terpilih nanti.
"Kami juga siap mensosialisasikan kepada Ummat Islam di Solo Raya agar memilih Prabowo - Hatta saat pilpres nanti," pungkasnya.
http://www.merdeka.com/peristiwa/sejumlah-elemen-umat-islam-solo-bersatu-dukung-prabowo-hatta.html

Bagaimana dengan Habib Syekh?
Kalau mengenai Habib Syekh masih belum begitu jelas, namun kemungkinan besar mendukung Prabowo-Hatta, walaupun sempat diklaim mendukung Jokowi, oleh Jokowi sendiri, dan berikut berita pengeklaiman Jokowi:

Sama-sama orang Solo, Habib Syekh belum tentu dukung Jokowi                                
Dua calon presiden (Capres) Prabowo Subianto dan Joko Widodo (Jokowi) telah berkunjung ke kediaman Habib Syekh Bin Abdul Qadir Assegaf, seorang tokoh muslim asal kota Solo yang cukup disegani di Jawa Tengah. Prabowo terlebih dulu mengunjungi tokoh tarekat yang popular dan toleran tersebut pada hari Minggu 8 Juni lalu. Sementara Jokowi, melakukan kunjngan yang sama pada hari Sabtu 14 Juni, sore.
Kepada wartawan, keduanya mengaku hanya melakukan kunjungan biasa atau silaturahmi. Keduanya juga menganggap Habib Syekh adalah tokoh besar yang patut untuk diteladani. Keduanya juga mengaku mendapatkan pencerahan, wejangan atau tausiah dari pria tinggi besar, keturunan Timur Tengah tersebut. Mereka bahkan juga mengklaim telah mendapatkan dukungan dalam pilpres yang akan berlangsung 9 Juni mendatang.
Namun saat merdeka.com menanyakan tentang dukungan tersebut, Habib Syekh justru memberikan jawaban lain. Ketika ditanyakan tentang pilihan atau dukungan dalam pilpres nanti, Habib hanya menjawab singkat.
"Saya hanya mendukung Rasulullah. Saya serahkan kepada masing-masing, jamaah saya mau pilih yang mana terserah hati nurani masing-masing. Saya ini ulama kampung, jadi nggak tahu apa-apa," ucap Abdul Qadir Assegaf di Solo, Sabtu (14/6).
Habib mengaku sudah mengenal Jokowi cukup lama, karena sama-sama orang Solo. Mengenai pilihan capres, dia menyerahkannya pada Allah SWT.
Sebelumnya, usai bertemu dengan Habib Syekh, Jokowi yakin ulama tersebut akan memberikan dukungannya.
"Tadi kan sudah disampaikan, jempolnya (Habib Syekh) dua sudah diacungkan," pungkasnya.

Menurut sebagian pengakuan kelompok yang masuk dalam Perisai (Persatuan Ummat Islam Solo Raya Untuk Indonesia), Habib Syekh juga mendukung Prabowo-Hatta, walaupun pada dhahirnya beliau tidak menampakkan, karena memang tidak berkenan langsung terjun aktif dalam pilpres ini, dan juga untuk menghormati kedua pihak serta menjaga kekompakan dan mencegagah perpecahan.
Jadi menurut saya Habib Syekh sangat bijak, dan Jokowi terlalu percaya diri dan lupa berkaca terburu-buru menyatakan Habib Syekh mendukungnya.

Kalau Prabowo Menang Kursi Menag untuk NU, Bukan Wahabi

Prabowo Vs Jokowi Updated at: 05.33

Prabowo Vs Jokowi :: Kalau Prabowo Menang Kursi Menag untuk NU, Bukan Wahabi
Sebelum saya menjelaskan hal ini terlebih dahulu saya mengucapkan Alhamdulillah, karena yang akan saya share ini berita yang sangat bagus dan berita yang menggembirakan buat warga Nahdliyin khususnya buat saya, dan buat saudara-saudara saya, sahabat saya yang semua berfaham Ahlus Sunnah Wal Jama'ah.
di beberapa kesempatan para pendukung Jokowi-Kalla menyatakan, bahwa Pasangan Prabowo-Hatta adalah pasangan yang akan menguatkan Kelompok Wahabi/Wahhabi atau yang juga dikenal dengan Salafi/Salafy. namun ternyata hal itu hanyalah fitnah, bahkan malah kelompok mereka sendiri yang terbukti akan mendukung Syi'ah dan Non Muslim, dan saya tidak akan membahas mengenai mereka di tulisan ini, saya hanya akan membahas mengenai Pasangan Prabowo-Hatta saja, yang Insya Allah kelak kalau ditakdir menang akan memberikan kursi Mentri Agama kepada orang NU bukan kepada orang Wahabi, dan berita ini saya dapatkan dari situs merdeka sebagai berikut:
Kubu Prabowo: Kursi Menag untuk NU, tidak mungkin dari Wahabi

MERDEKA.COM. Kubu Prabowo-Hatta telah membuat perjanjian tertulis dengan tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama (NU), terkait posisi menteri agama jika Prabowo terpilih jadi presiden. Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta yang juga Wakil Sekretaris Jenderal PBNU KH Masduki Baidlowi.
"Menteri agama tetap dari kader NU. Itu yang dibicarakan Said Aqil Siradj dan Mahfudz dengan Prabowo. Jadi tidak mungkin menteri agama dari Wahabi karena ada PKS dan PAN di situ," kata Masduki sebelum deklarasi Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Gerakan Pemuda Ansor Jateng untuk Prabowo-Hatta di Rumah Makan Semarang Island, Kawasan Marina, Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah Sabtu (14/6).
Masduki menyatakan merapatnya Mahfudz MD dan Said Aqil Siradj ke kubu Prabowo untuk menyelamatkan kepentingan NU. Satu di antaranya memastikan menteri agama di kabinet selanjutnya tetap dipegang kader NU.
Maka dari itu, Masduki menampik opini bahwa NU pecah. Ada tokoh NU di dua kubu menurutnya justru bagus untuk mengamankan kepentingan NU, siapa pun presidennya kelak.
"Ada yang bilang kan jangan menaruh telur dalam satu keranjang," katanya.
Namun Masduki mengaku tidak tahu apakah tokoh NU di kubu Jokowi telah mendapat kepastian serupa soal menteri agama. Ia hanya mengatakan, bahwa telah ada perjanjian tertulis tentang jatah menteri agama di kubu Prabowo.
"Saya tidak tahu bagaimana di sana (kubu Jokowi-JK). Yang jelas hitam di atas putih kan baru di Prabowo. Politik kan pertaruhan jabatan, tidak apa-apa, asal cara-caranya bermoral," pungkasnya.
Di sisi lain, menurut Masduki, Indonesia membutuhkan pemimpin yang menjadi dalang, bukan wayang.
"Maka kita lebih memilih Prabowo yang memiliki komitmen terhadap kemandirian nasional," katanya.
https://id.berita.yahoo.com/kubu-prabowo-kursi-menag-untuk-nu-tidak-mungkin-105543637.html

Bukankah Muhaimin juga pernah menyatakan bahwa kalau Jokowi-kalla menang nanti mentrinya juga dari NU, bukan dari golongan Syi'ah?
itu kan hanya katanya muhaimin, mana bukti hitam diatas putih?
Apalagi yang mengucapkannya hanya Muhaimin, orang yang selalu Khianat.
Dulu waktu ada Gusdur, Gusdur dikhianati, sampai-sampai ada dua PKB, PKB Gusdur, ada PKB Muhaimin.
Sebelum Pemilu katanya PKB akan mencalonkan Rhoma Irama, namun faktanya malah mendukung Jokowi.
Apa orang seperti ini yang akan kita pegang ucapannya?.

Pantun Buat Prabowo dan Pantun Untuk Jokowi

Prabowo Vs Jokowi Updated at: 11.45

Prabowo Vs Jokowi :: Pantun Buat Prabowo dan Pantun Untuk Jokowi
Adu Visi dan Misi adalah kewajiban Capres dan Cawapres, begitu pula dengan adu kualitas, pengetahuan dll adalah keharusan bagi Capres dan cawapres itu sendiri.
Adu kelincahan mencari pendukung adalah tugas Tim Sukses
Dan tugas Rakyat Indonesia memilih pemimpin yang tepat, yang bisa membawa Inndonesia semakin baik, membawa Indonesia kepada kejayaan.
dan tugas orang yang mendukung salah satu Capres dan Cawapres yang ada sekarang ini, Khususnya yang suka Pantun atau memiliki kelebihan mengarang pantun, enaknya ya adu karang pantun saja.
Bagi anda yang bisa mengarang pantun, dan mendukung salah satu Capres dan Cawapres, enaknya adu Pantun saja deh disini, daripada saling menghujat tidak karuan, lebih agak nyantai sedikit dengan berbagi pantun buat Capres dan Cawapres Indonesia 2014. baik Prabowo-Hatta maupun Jokowi-Kalla.
Sebagai permulaan biar saya yang berpantun pertama kali, dan ini pantun saya:

Pantun Buat Prabowo Pertama:

Maklumat nan Salam harus dijawab legowo
Tetangga Cantik Jangan dilirik
Ummat Islam Wajib mendukung Prabowo
Karena calon sebelah orang Munafik


Pantun Buat Prabowo Kedua:

Jangan galau tidak ada yang menemani
Berdoalah dengan penuh kepercayaan
Prabowo Subianto Gagah Berani
Bawa Indonesia pada kejayaan

Sumber: Pantun Untuk Prabowo Calon Presiden Indonesia 2014

Pantun Buat Jokowi Pertama:

Minum jamu setiap hari
Besar Kencur Campur Paitan
Presiden maju mantab cuma jokowi
Di jamin makmur anti penjajahan

Pantun Buat Jokowi Kedua:

Ini pensil bukan pulpen bertinta
Buatlah gambar wajah ceria
Mas Jokowi yang tercinta
Ayo maju bangun Indonesia

Sumber: Pantun Buat Jokowi, Pendukung Jokowi Wajib Berpartisipasi
Bagi yang ingin berbagi saya persilahkan untuk berbagi disini, dan terima kasih atas kunjungan anda.

Pemecatan Prabowo dan HAM dipermasalahkan, Bagaimana dengan pemecatan JK?

Prabowo Vs Jokowi Updated at: 11.27

Prabowo Vs Jokowi :: Pemecatan Prabowo dan HAM dipermasalahkan, Bagaimana dengan pemecatan JK?
Semua sudah tahu, kalau kubu Jokowi-Kalla selalu menyerang Prabowo dengan kejadian 98 dan mengenai keadaan Prabowo yang saat ini menduda. Prabowo selalu diteror dengan Black Campaign, bahkan sampai pada perdebatan Capres dan Cawapres kemarin JK masih sempat melakukan Black Campaign kepada Prabowo dengan membahas HAM. padahal saat itu ada pembicaraan mengenai Visi dan Misi Capres, dan kalau membahas mengenai ini saya banyak memiliki artikel yang mendukung pendapat saya ini, diantaranya adalah sebagai berikut:

Prabowo: Waktu Saya Wakil Bu Mega, Kok HAM Tidak Dipersoalkan?          
TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Calon presiden Prabowo Subianto tak heran dengan banyaknya kampanye hitam yang melanda dirinya belakangan ini.
Menurutnya pihak yang melakukan kampanye hitam terhadap dirinya adalah pihak yang tidak memiliki kepercayaan diri dalam pertarungan Pilpres.
"Kalau ada pihak yang lakukan kampanye hitam dia (lawan) tidak percaya diri," kata Prabowo di sela-sela kampanyenya di Palembang, Kamis (12/6/2014).
Mantan Danjen Kopassus itu menuturkan, saat ini demokrasi di Indonesia telah maju dan rakyat semakin cerdas menentukan pilihan.
Menurutnya, rakyat akan mampu melihat mana pasangan capres-cawapres yang tidak melakukan dan mana yang melakukan.
"Kalau banyak yang mencaci maki itu menunjukkan tidak percaya diri. Kami berpendapat tidak akan melayani kampanye hitam," tegasnya.
Ketua Dewan Pembina Gerindra itu mengatakan ini merupakan pemilihan umum ketiga yang diikutinya. Tak bisa dipungkiri pada saat ini kampanye hitam yang dialamatkan kepada dirinya semakin besar dibanding dua pemilu sebelumnya.
"Waktu saya menjadi wakilnya ibu Megawati kok tidak dipersoalkan (HAM)," ucapnya.
Prabowo kerap diserang terkait masalah hak asasi manusia yang terjadi pada 1998. Ia menjelaskan, dirinya bertanggung jawab terhadap masalah 1998 yang selalu dikaitkan dengan dirinya.
"Saya 16 tahun tidak kemana-mana, saya bertanggung jawab. Ke DKP (Dewan Kehormatan Perwira) saya bertanggung jawab," ujarnya.

Benar sekali yang dikatakan Prabowo, kalau memang Prabowo itu salah, kenapa baru sekarang dibahasnya?
kenapa dulu tidak? bahkan dulu sampai digandeng oleh Megawati.
dan kalau memang Prabowo salah kenapa saat JK menjadi wakil presiden tidak membukanya dan memenjarakan Prabowo?
kalau memang Prabowo salah kenapa Prabowo bisa lolos dalam pencalonan Presiden, bahkan sampai 3x pencalonan?

Ini Sifat Prabowo Yang Membuat Lucky Hakim Kagum                                                 
KAPANLAGI.COM - Pasca Debat Capres-Cawapres yang telah dilaksanakan beberapa hari lalu, ternyata menuai banyak tanggapan dari banyak kalangan. Salah satunya dari artis sekaligus politisi muda Lucky Hakim.
"Reaksi jenderal yang dulu sering diisukan sebagai orang agresif dan kejam, sungguh di luar dugaan. Tak sekalipun Prabowo menyerang memojokkan, menyindir atau menatap sinis lawan debatnya. Malahan kita bisa lihat pujian dan penghormatan pada pendapat rivalnya," ujar Lucky saat dihubungi KapanLagi.com®, Rabu (11/6).
Pemilik account twitter @sayaluckyhakim itu pun melanjutkan, "Saat dipojokkan kembali dengan isu HAM yangg membunuh karirnya 16 tahun lalu, sebenarnya Pak Prabowo bisa saja memojokkan kembali dengan menjawab: 'Kenapa Pak JK sendiri tidak adili saya waktu Bapak menjabat WaPres 2004-2009?'," jelas Lucky.
Di mata Caleg terpilih dari PAN Dapil Bekasi-Depok tersebut, Capres no 1 itu bukan cuma seorang negarawan sejati, melainkan ksatria yang berjiwa besar. Makanya, ia sangat menghormati, dengan sifat-sifat yang dimiliki seorang Prabowo.
"Sebenarnya Pak Prabowo bisa balik menyerang tuk memojokkan Pak JK, Tetapi tidak, karena Memojokkan bukan sifatnya. Mungkin karena begitulah sifat ksatria. Sifat seorang Negarawan. Maka dia hanya berkata agar Pak JK tuk menanyakan pada atasannya (Wiranto), Atasan yang kita semua tahu persis berada justru di kubu Pak JK sendiri," pungkasnya.

Sebenarnya masih banyak alasan yang bisa diutarakan, untuk menunjukkan bahwa ada permainan Politik, dan ada sesuatu yang tersembunyi dibalik Black Campaign kubu Jokowi-Kalla, apalagi kalau yang dipermasalahkan hanyalah pemecatan Prabowo.
Kalau membicarakan pemecatan, JK juga pernah dipecat, silahkan anda baca ini:

Wasekjen Golkar: JK dipecat Gus Dur lantaran ke LN tanpa izin                            
Debat pertama capres dan cawapres beberapa hari lalu masih menyisakan beberapa catatan. Calon wakil presiden Jusuf Kalla (JK) membuka perdebatan ke arah penyerangan pribadi yang seharusnya lebih mengedepankan visi, misi, konsep, dan program konkret untuk rakyat Indonesia.
"Jadi jangan lupa, harus diingat bahwa JK dipecat Gus Dur," kata Wakil Sekjen DPP Golkar Ahmad Doli Kurnia dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (12/6).
Ketua Umum DPP KNPI itu meminta agar masyarakat tidak melupakan rekam jejak JK saat menjadi menteri pada era Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Pada masa Gus Dur menjadi presiden, JK pernah dipecat dari jabatannya sebagai menteri perdagangan.
"Silakan periksa filenya, Gus Dur saat itu mengatakan, JK terlibat dalam sejumlah kasus korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Alasan KKN itu diutarakan Gus Dur dalam Rapat Konsultasi Tertutup antara pemerintah dan DPR di gedung DPR, Jakarta, Kamis 27 April 2000. Saat itu Gus Dur memilih sampaikan alasan pemecatan JK secara tertutup ke DPR karena tidak ingin mempermalukan JK. Nepotisme JK saat itu lahirkan istilah yang populer disebut 'SDM', Semua Dari Makassar," jelasnya.
Menurut Doli selain soal KKN Gus Dur juga memecat JK karena indisiplin, pergi ke luar negeri tanpa ijin Gus Dur.
"Gus Dur berang, JK sebagai pembantu presiden pergi keluar negeri tanpa izin. Namun saat ingin dipecat Gus Dur, JK selamat karena menyodorkan kertas kosong yang diklaim sebagai izin. Gus Dur yang mengalami gangguan penglihatan percaya. Belakangan baru diketahui itu bohong. Jadi JK ini sudah punya bakat pembohong," tuturnya.
Agar rakyat memilih pemimpin tidak seperti membeli kucing dalam karung, menurut Doli rakyat perlu diingatkan kembali.
"Silakan rakyat yang menilai sendiri, itulah fakta yang harus di ingat, sebagai cawapres JK inipun tidak bersih-bersih amat. Sayang saat JK dipecat Gus Dur KPK belum ada," tutupnya.
https://id.berita.yahoo.com/wasekjen-golkar-jk-dipecat-gus-dur-lantaran-ke-041017650.html

Dengan keadaan ini, Masyarakat akan lebih banyak simpatik sama Prabowo, dan Insya Allah Prabowo-Hatta malah akan semakin besar peluangnya untuk terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden 2014-2019.

Diserang JK, Prabowo Dapat Simpati Publik

Prabowo Vs Jokowi Updated at: 07.47

Prabowo Vs Jokowi :: Diserang JK, Prabowo Dapat Simpati Publik
Debat Capres-Cawapres perdana yang digelar tadi malam (9/6) sedikit panas ketika cawapres Jusuf Kalla “menyerang” Prabowo Subianto mengenai isu HAM, isu yang memang sejak awal selalu digunakan kubu Jokowi-JK untuk menyudutkan Prabowo.

Prabowo arif dengan apa yang disasar JK. “Saya paham kemana arah pertanyaan ini,” ujar Prabowo.

“Saya adalah orang yang paling keras berjuang soal HAM di negeri ini. Saya sekian puluh tahun adalah abdi Negara yang membela hak asasi manusia. Kami melawan kelompok radikal yang mengancam keselamatan nega­ra,” imbuh Prabowo.

Prabowo menjelaskan, dulu sebagai prajurit, dirinya sudah berupaya menjalankan tugas sebaik-baiknya. Untuk selanjutnya, kata Prabowo, terserah bagaimana pimpinan mem­berikan penilaian.

Walau mendapat serangan, Prabowo tidak melakukan serangan balik pada hal-hal masa lalu capres-cawapres lain tapi fokus pada visi masa depan Indonesia.

"Kita tidak menyerang, tidak merendahkan orang," ujar Mahfud MD, Ketua Timses Prabowo-Hatta, usai acara debat.

Menurutnya, Prabowo tidak ingin membalas dengan pertanyaan yang juga menyerang masa lalu seseorang. Hal ini menunjukkan sikap seorang negarawan.

Memang, serangan JK malah dinilai oleh pengamat politik justru menjadi 'bumerang' dan menguntungkan Prabowo.

"Prabowo malah bisa dapat simpati ketika terlalu dicecar seperti tadi..," kata pengamat politik Yunarto Wijaya lewat akun twitternya.

Publik juga lebih memuji sikap Prabowo-Hatta dan menilai kurang simpatik pada Jokowi-JK.

"Bangga saya dengan jawaban prabowo soal HAM, Semoga niat JK untuk menyudutkan lawan tak di ulangi lagi," ujar akun @Suara_Demokrasi.

"Prabowo-Hatta konsisten berdebat konsep & substansi. Jokowi-JK tidak bisa bersabar dan lakukan personal attack pada Prabowo," tulis pengguna twitter @BamzTeHa

"Ini debat visi dan misi. Bukan nyerang sisi pribadi," komentar lain akun @bangganagara.

"Pertanyaan @Pak_JK yg menyerang pribadi pak @Prabowo08 membuktikan kubu mana yg suka melakukan black campaign," ujar pemilik akun @giofedi.

"Emang pemimpin yg tegas itu ngebela kebenaran, ga ada waktu buat ngejatohin yg laen," tulis @ojaaaaann.

"Beda dgn pasangan Jokowi- JK terlihat kali berniat menyerang pasangan prabowo- hatta. Salut buat sikap santun prabowo- hatta," demikian komentar @bang_delvin.

"Seorang Pemimpin yg benar, tidak akan menyerang lawan. Bahkan menghormati lawan. Menyerang lawan, adlh tindakkan org yg berjiwa "kerdil"," ujar @AbimanyuAbiputr.

"Serangan JK dan @jokowi_do2 nilai plus buat Prabowo, orang sekampung langsung mencibir dan tahu siapa JK," komen @tohir7.

Akun @haikal_hassan berkomentar cukup panjang:

"HAM bisa diselesaikan dengan pendidikan. Tepat! @Prabowo08 Cerdas! Elegant! Walau diserang sm mr.oportunis kala."

"Kala sdh menyerang. Tdk etis dan berniat bernafsu menjatuhkan. Untung @Prabowo08 tdk terpancing. Sudahlah kala, jualan barang basi!"

"Kala harusnya ditanya @Prabowo08 : dulu bilang kalo jokowi mimpin, hancurlah negara ini, kok skrg dukung? Beda tipis strategi & munafik"

"Orang tua bahkan kakek spt kala, tidak pantas berbuat dmkn. Menyerang dihadapan ratusan juta rakyat. Semoga @Prabowo08 tetap bijak wibawa"

"Bandingkan 2 pertnyaan ttg [pemekaran wilayah -yg ditanyakan Prabowo] dgn [isu pelanggaran ham] yg 1 isu kenegaraan yg 1ny lg isu menjurus subjektif," tulis @pa2nkOz.

"Selain serangan dari jk, saya eneg bget lht jokowi yg selalu membanggakan dirinya, menyindir pak prabowo, dan menyudutkan pak prabowo. tidak sesuai dgn tema yg di usung. seprti anak kecil." (Sukma Rudin -fb)

"BISA saja Prabowo nanya janji 5 tahun Jokowi spt halnya JK nanya soal HAM. Tapi Prabowo paham bhw dirinya bukan pembully yg santun," ujar @MustofaNahra.

"Dgn pertanyaan pak Jk soal HAM, pak Prabowo memanfaatkan kesempatan untuk menjelaskan hal peristiwa yg sebenarnya. Masyarakat jadi paham dan bersimpati for number 1." (Torik Imanurdin -fb)

*dari berbagai sumber, dihimpun oleh admin @pkspiyungan

Melihat Akhlaq dari kedua Pasangan Calon Presiden Indonesia 2014-2019. saya sendiri semakin simpatik dengan pasangan Prabowo-Hatta. dan saya tidak salam pernah menulis artikel dengan judul "Cantiknya Trik dan Langkah Tim Sukses Prabowo-Hatta" karena langkah Capres dan Cawapres serta para tim suksesnya adalah cerminan hati mereka.
Kalau caranya saja sudah salah, bagaimana mungkin kita bisa membenarkan!
Kalau yang ditempuh salah, kenapa kita harus mendukung?

Postingan Lama
Langganan: Postingan (Atom)

Arsip Blog

  • ▼  2020 (1)
    • ▼  Mei (1)
      • Menariknya Pendapat Kiai Muhammad Mughits Tekait C...
  • ►  2014 (28)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (17)
    • ►  Mei (7)
    • ►  April (1)

Popular Posts

  • Bulan Ramadlan Situs Jasa Pasang Iklan, Review Website dan Produk
  • Akhir Ramadlan Bank Indonesia Bakal Mengeluarkan Uang NKRI
  • Menariknya Pendapat Kiai Muhammad Mughits Tekait Corona
  • Definisi Kampanye Hitam (Black campaign)
  • Kekejaman Politikus Israel pada Rakyat Gaza
  • Prabowo Kalah, Dewa Siwa Pun Galau
  • Jokowi dan Tim Suksesnya yang Melakukan Kampanye Hitam
  • Kampanye Hitam Prabowo Vs Jokowi
  • Jokowi-Kalla Menang Kolom Agama di KTP akan dihapus
  • Mendukung atau Memilih Jokowi-JK Menurut Islam
© Prabowo Vs Jokowi | Download Template
by Ramadlan - Jaib Najhan